Selasa, 11 November 2014

Kalimat Syahadat

0 komentar
مَعْنَى الشَّهَادَتَيْنِ
Makna Dua Kalimat Syahadat
Rukun Islam ada 5
      Mengucapkan dua kalimat syahadat
      Mendirikan shalat
      Menunaikan zakat
      Puasa bulan Ramadhan
      Menunaikan haji bagi yang mampu
Rukun Pertama
       Shalat memang berat (2:45), tapi ringan bagi yang khusyu’ (karena imannya benar)
       Zakat juga berat, tapi bagi yang meyakini balasan dari Allah yang sangat besar, tentu akan menjadi ringan
       Puasa juga berat, tapi bagi yang beriman dengan baik, akan jadi ringan
       Haji juga berat, tapi bagi yang bertakwa itu menjadi ringan
       Jadi yang menentukan adalah iman, yang ditentukan oleh baiknya syahadatnya (rukun pertama)
SYAHADAT PINTU MASUK ISLAM
       Ini bagi yang orang kafir yang mau masuk Islam
       Setelah ia mengucapkan syahadat, maka ia Muslim, apapun niatnya (niat urusan Allah)
      Usamah bin Zaid pernah bertempur dengan orang kafir
      Setelah orang kafir itu terdesak dan hampir dipenggal, segera ia bersyahadat
      Tapi Usamah tetap membunuhnya
      Kejadian itu dilaporkan ke Rasul SAW dan beliau SAW marah
      Usamah berkilah bahwa orang itu bersyahadah agar tidak dibunuh
      Rasul SAW, “Kenapa engkau tidak membelah dadanya?”

PENTING
       Karena Syahadatain merupakan SATU-SATUNYA PINTU untuk masuk kedalam Islam, berarti penting sekali
       Tidak mau melewati pintu ini berarti belum Muslim
       Meski kita sudah berada di dalam rumah Islam (MUSLIM), penting juga untuk mendalaminya
Kondisi Mekah Saat Itu
       Politik
      Di bawah bayang-bayang dua raksasa: Romawi dan Persia
      Banyak daerah subur yang dikuasai oleh kedua raksasa itu
       Ekonomi
      Harta yang banyak dimiliki oleh segelintir orang, sementara sebagian besar masyarakat hidup miskin
      Mengakarnya riba
       Moral
      Cara-cara pernikahan: Al-Istibdha’, Al-Mukhadanah, Asy-Syighar, Perkawinan Warisan, Perkawinan Mut’ah dan Menggabungkan dua istri kakak-beradik kandung
      Minuman keras dan judi sudah menjadi kebiasaan
13 Tahun Konsisten dalam Menanamkan Tauhid
       Dalam sirah Nabawiyah dijelaskan bahwa dakwah Rasul SAW saat di Mekah fokus pada penanaman akidah
       Setelah di Madinah baru hukum halal-haram diterapkan
SYADAHAT HAKIKAT DAKWAH PARA RASUL
       Setiap rasul yang diutus oleh Allah, pasti membawa kalimat syahadat
       Jadi ini seperti PESAN BERANTAI
       Ini menunjukkan bahwa PESAN (SYAHADAT) ITU SESUATU YANG SANGAT PENTING


SYAHADAT KEUTAMAAN AGUNG
       Kalimat thayyibah laa ilaaha illallah adalah sebaik-baik dzikir
       Syahadat juga telah memunculkan generasi terbaik umat (khairu ummah)
       Generasi yang agung ini diakui langsung oleh Allah SWT (3:110)
       Jika ingin generasi seperti itu muncul lagi, syahadat adalah kuncinya





                     
Read more ►

TENTANG ISLAM

0 komentar
شُمُوْلِيَّةُ اْلإِسْلاَمِ
Universalitas Islam


Ø  Agama Universal

         Islam adalah agama yang universal/integral/menyeluruh atau agama yang SYAMIL
         Kemenyeluruhan atau universalitas Islam (syumuliyyatul Islam) meliputi segala aspek
         Paling tidak, ada 3 aspek syumuliyyatul Islam
  1. Universal dari segi MASA (شُمُوْلِيَّةُ الزَّمَانِ)
  2. Universal dari segi SISTEM (شُمُوْلِيَّةُ الْمِنْهَاجِ)
3.      Universal dari segi TEMPAT (شُمُوْلِيَّةُ الْمَكَانِ)

Ø  Islam Agama Satu-satunya

Ø  Allah SWT menegaskan bahwa sebutan MUSLIMIN (orang-orang Islam) bukan sebutan baru bagi umat Nabi Muhammad SAW, tapi seluruh pengikut para Nabi dan Rasul disebut Muslimin
Ø  22:78 هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا
Ø  Contoh: para pendeta Nasrani dari Habasyah (70 orang) yang dikirim oleh Raja Najasyi untuk bertemu Rasulullah SAW saat dibacakan Al-Qur’an maka mereka beriman dan menyadari bahwa sebelumnya berarti agama mereka adalah Islam (28:53)

Ø  Bangunan yang Utuh

         Minhaj Islam laksana sebuah bangunan yang utuh; ia memiliki
1.      Pondasi (اَلأَسَاسُ)
2.      Bangunan (اَلْبِنَاءُ)
3.      Pendukung atau atap (اَلْمُؤَيِّدَاتُ)

Ø  Rukun Islam

  بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Artinya : Bangunan Islam itu atas lima hal: syahadat bahwa tidak ilah melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhajji, dan puasa di bulan Ramadhan.

Ø  Bangunan Islam

Tiang-tiangnya adalah empat rukun Islam lainnya: shalat, puasa, zakat, hajji à apakah bangunan yang hanya pondasi dan tiang sudah cukup? Ada yang mau tinggal di situ?
Dinding-dindingnya ada empat:
o   Sistem sosial (الإجتماعي)
o   Sistem politik (السياسي)
o   Sistem ekonomi (الإقتصادي)
o   Sistem budaya (الثقافي)
Atapnya adalah jihad fi sabilillah
Ø  Bangunan (Al-Bina)

         Bangunan ini didirikan di atas pondasi akidah yang kokoh à akan berdiri tegak
         Intinya ada dua:
1.      IBADAH dalam arti luas: mahdhah (khusus, ritual) dan ‘ammah (semua perbuatan baik, termasuk empat dinding-dinding tadi)
2.      AKHLAK: tata pergaulan antara manusia dengan Allah, sesamanya, lingkungan, dan juga dirinya sendiri


Ø  10 Sistem Hidup

         Secara rinci, ada 10 sistem hidup dalam Islam
1.      Sistem keyakinan (اَلاِعْتِقَادِيُّ)
2.      Sistem akhlak (اَلأَخْلاَقِيُّ)
3.      Sistem perilaku (اَلسُّلُوْكِيُّ)
4.      Sistem perasaan (اَلشُّعُوْرِيُّ)
5.      Sistem pendidikan (اَلتَّرْبَوِيُّ)
6.      Sistem sosial (اَلاِجْتِمَاعِيُّ)
7.      Sistem politik (اَلسِّيَاسِيُّ)
8.      Sistem ekonomi (اَلاِقْتِصَادِيُّ)
9.      Sistem militer (اَلْعَسْكَرِيُّ)
10.  Sistem hukum perundang-undangan (اَلْجِنَائِيُّ)

Ø  Sistem Sosial (اَلاِجْتِمَاعِيُّ)

·         Islam tidak mengakui sistem kelas atau kasta
·         Semua manusia di mata Islam sama, yang berbeda adalah takwanya (49:13)
·         Seorang bekas hamba sahaya dapat menjadi pemimpin umat dalam Islam à Bilal, Zaid bin Haritsah
·         Ikatan-ikatan berikut ditata oleh Islam (49:13)
o   Ikatan sesama Muslim à ukhuwwah Islamiyah
o   Ikatan sesama bangsa à ukhuwwah wathaniyah (para Rasul memanggil kekauman mereka 7:59, 65,73,85 يَا قَوْمِ )
o   Ikatan sesama manusia à ukhuwwah basyariyah (Allah pun memanggil kemanusiaan manusia   يَا أَيُّهَا النَّاسُ 2:21)







Read more ►

MAKNA ISLAM

0 komentar
مَعْنَى الإِسْلاِ
MAKNA ISLAM
          Lslam berasal dari kata “islaamul wajhi” yang berarti “menundukkan wajah”2:112 أَسْلَمَ وَجْهَهُ  = menundukkan wajahnya
          Seorang Muslim berarti orang yang menundukkan wajahnya di hadapan Allah SWT, karena rasa hormatnya kepada Allah
Jadi Islam berarti
          Menundukkan wajah ke hadirat Allah
          Berserah diri kepada Allah
          Kesucian dan kebersihan
          Keselamatan dan kesejahteraan
          Perdamaian
Dan inilah agama yang diridhoi oleh Allah SWT (3:19)
Siapa yang mencari agama lain akan ditolak di akhirat dan rugi (3:85)
          Islam adalah agama yang menekankan pada ketundukan manusia pada Sang Pencipta
          Seorang Muslim adalah orang yang tunduk pada perintah dan larangan Allah agar menjadi orang yang bertakwa
          Shalat merupakan contoh ketundukan seorang Muslim, terutama pada saat ruku’ dan sujud
          48:29 ciri pengikut Rasulullah SAW: ruku’ dan sujud mengharapkan karunia Allah
          Islam adalah agama para nabi dan rasul
          Semua nabi dan rasul membawa agama yang sama dan satu, yaitu Islam
          2:128, 132 Nabi Ibrahim adalah Muslim, bukan Yahudi atau Nasrani (2:140)
          7:126 doa tukang sihir yang masuk Islam
          27:44 Ratu Bilqis masuk Islam bersama Nabi Sulaiman
          22:78 هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini
          Islam adalah minhajul hayah (pedoman hidup) yang berisi hukum-hukum Allah
          Kehebatan hukum-hukum Allah di antaranya
          Berasal dari Pencipta alam semesta, berarti yang paling tahu seluk-beluk alam semesta
          Tidak kontradiktif tapi saling menyempurnakan (4:82, 5:3)
          Sesuai dengan fitrah manusia (30:30)
          Islam adalah jalan yang lurus (shiratul mustaqim) à jalan yang selamat sampai sorga
          Rasulullah SAW pernah membuat sebuah garis lurus, kemudian di sisi-sisinya ada garis-garis lain yang menyimpang (6:153), di setiap persimpangan ada para penyeru ke neraka Jahannam
          Kesimpulannya: Islam adalah agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam
          Hanya saja sekarang ini UMAT ISLAM (bukan Islam) sedang dalam keadaan jauh dari Islam sehingga terpuruk
          Akhirnya Islam yang sangat mulia ini tertutupi kemuliaannya oleh umat Islam sendiri
          Muhammad Abduh berkata, اَلإِسْلاَمُ مَحْجُوْبٌ بِالْمُسْلِمِيْنَ (Islam itu tertutupi oleh kondisi umat Islam)
          Tapi itu pun tetap manusia tidak menolak kehebatan Islam, sehingga populasi Muslim di dunia tidak pernah turun, terus naik


“SEMOGA BERMANFAAT”



Read more ►

Tugas SQL (Basis Data)

0 komentar


Tugas SQL Data Basis:
1. CREATE TABLE Suplier
(
SuplierID char (3),
CompanyName varchar (25),
Address varchar (50)
);

2. CREATE TABLE Product
(
ProductID char (4),
ProductName varchar (25),
SuplierID char (3)
);

3. CREATE TABLE Costumer
(
CostumerID char (5),
CompanyName varchar (25),
Address varchar (50)
);

4. CREATE TABLE Orders
(
OrderID char (3),
CostumerID char (5),
EmployeeID char (3),
Orderdate date
);

5. CREATE TABLE Employee
(
EmployeeID char (3),
LastName varchar (15),
FirstName varchar (10),
TitleofCourtesy varchar (3),
Birthdate date
);

6. ALTER TABLE `suplier` ADD `phone` CHAR( 12 ) NOT NULL AFTER `SuplierID`

7. ALTER TABLE `costumer` ADD `phone` CHAR( 12 ) NOT NULL AFTER `Address`

8. ALTER TABLE `Employee` ADD `Address` VARCHAR( 50 ) NOT NULL AFTER `Birthdate`

9. ALTER TABLE Suplier
ADD CONSTRAINT SuplierID PRIMARY KEY (SuplierID)

10. ALTER TABLE Product
ADD CONSTRAINT ProductID PRIMARY KEY (ProductID),
ADD FOREIGN KEY (SuplierID) REFERENCES Suplier (SuplierID)
;

11. INSERT INTO `tugas_sql`.`suplier` (
`SuplierID` ,
`phone` ,
`CompanyName` ,
`Address`
)
VALUES (
'102', '021-45446454', 'PT Adi Swadaya', 'Jl. Wijaya 2 No 14'
),
(
'103', '021-78945645', 'TokyoTraders', 'Jl. Thamrin kav 10-11'
);

12. INSERT INTO `tugas_sql`.`product` (
`ProductID` ,
`ProductName` ,
`SuplierID`
)
VALUES (
'1002', 'Buku Tulis', '102'
),
(
'1007', 'Kursi Tamu', '103'
),
(
'1008', 'Sikat Lantai', '103'
),
(
'1009', 'Meja Komputer', '103'
);

13. INSERT INTO `tugas_sql`.`costumer` (
`CostumerID` ,
`CompanyName` ,
`Address` ,
`phone`
)
VALUES (
'10008', 'PT Adi Sarana', 'Jl.Kby Lama 10', '021-78954532'
),
(
'10009', 'PT Bangun Sentra', 'Jl.Ciputat Raya 12', ' '
);

14. INSERT INTO `tugas_sql`.`employee` (
`EmployeeID` ,
`LastName` ,
`FirstName` ,
`TitleofCourtesy` ,
`Birthdate` ,
`Address`
)
VALUES (
'205', ' ', 'Budiman', 'Mr', '2-maret-1970', 'Jl. Kebangusan 10'
),
(
'206', 'Subagyo', 'Joko', 'Mr', ' ', ' '
),
(
'207', ' ', 'Tina', 'Ms', ' ', ' '
);

15. INSERT INTO `tugas_sql`.`orders` (
`OrderID` ,
`CostumerID` ,
`EmployeeID` ,
`Orderdate`
)
VALUES (
'101', '10008', '206', '1-maret-2004'
),
(
'102', '10009', '207', '2-maret-2004'
);

16. UPDATE `tugas_sql`.`costumer` SET `Address` = 'Jl. Pasar Minggu 10' WHERE `costumer`.`CostumerID` = '10008' AND `costumer`.`CompanyName` = 'PT Adi Sarana' AND `costumer`.`Address` = 'Jl.Kby Lama 10' AND `costumer`.`phone` = '021-78954532' LIMIT 1 ;

17. UPDATE `tugas_sql`.`employee` SET `Birthdate` = '1068-03-14' WHERE `employee`.`EmployeeID` = '206' AND `employee`.`LastName` = 'Subagyo' AND `employee`.`FirstName` = 'Joko' AND `employee`.`TitleofCourtesy` = 'Mr' AND `employee`.`Birthdate` = '0000-00-00' AND `employee`.`Address` = ' ' LIMIT 1 ;

18. DELETE product WHERE ProductName = "Sikat Lantai"

19. UPDATE `tugas_sql`.`suplier` SET `phone` = '' WHERE `suplier`.`SuplierID` = '103';

20.

21. SELECT * FROM `employee`

22. SELECT CompanyName, Address FROM `costumer`

23

24. SELECT * FROM `employee`WHERE TitleofCourtesy = 'mr'

25.

26. SELECT CompanyName, Address FROM `costumer`

27.

28.

29.

30.

31.
Read more ►

Minggu, 09 November 2014

Pengertian Data dan Syarat Data yang Baik

4 komentar

             Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

             Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.

Data dapat dikatakan baik jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Objektif, artinya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
2. Representatif,artinya mewakili (persoalan yang ada) sesuatu yang lebih luas.
3. Mempunyai (Tingkat) Kesalahan Baku Yang Kecil.
4. Up To Date,data harus masih baru atau tidak kadaluwarsa.
5. Relevan,data yang dihasilkan harus ada hubungannya dengan persolan yang akan dipecahkan.

Karakteristik data yang baik:Data yang baik memiliki ciri-ciri:

1. Tujuan dan masalah data harus digambarkan secara jelas sehingga tidak menimbulkankeraguan kepada      pembaca.
2. Teknik dan prosedur dalam data itu harus dijalaskan secara rinci.
3. Obyektifitas data harus tetap dijaga dengan menunjukkan bukti-bukti mengenai sample yangdiambil.
4. Kekurangan-kekurangan selama pelaksanaan data harus diinformasikan secara jujur danmenjelaskan  dampak dari kekurangan tersebut.
5. Validitas dan kehandalan data harus diperiksa dengan cermat.
6. Kesimpulan yang diambil harus didasarkan pada hal-hal yang terkait dengan data data.
7. Obyek atau fenomena yang diamati harus betul-betul sesuai dengan kemampuan, pengalaman,dan motivasi yang kuat dari si peneliti.
Read more ►

Rabu, 05 November 2014

TEHNIK NORMALISASI dan MACAM-MACAM BENTUK NORMALISASI

0 komentar
TEHNIK NORMALISASI


NORMALISASI
Proses normalisasi menyediakan cara sistematis untuk meminimalkan terjadinya kerangkapan data diantara relasi dalan perancangan logikal basis data. Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi tabel–tabel yang menunjuk-kan entity dan relasinya.
            Normalisasi adalah proses pengelompokan atribute-atribute dari suatu relasi sehingga membentuk WELL STRUCTURE RELATION.

Well Structure Relation
            Adalah  sebuah relation yang jumlah kerangkapan datanya sedikit (minimum Amount Of Redundancy), serta memberikan kemungkinan bagi user untuk melakukan INSERT, DELETE, dan  MODIFY terhadap baris-baris data pada relation tersebut, yang tidak berakibat terjadinya ERROR atau INKONSESTENSI DATA, yang disebabkan oleh operasi –operasi tersebut

Contoh :
Terdapat sebuah relation Course, dengan ketentuan sbb:
Ø   Setiap mahasiswa hanya boleh mengambil satu matakuliah saja.
Ø   Setiap matakuliah mempunyai uang kuliah yang standar (tidak tergantung pada mahasiswa  yang mengambil matakuliah tsb.


TEHNIK NORMALISASI (LANJUTAN )


Proses normalisasi adalah proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya.
 Beberapa konsep yang harus diketahui :
a.   Field/ Atribut Kunci
b.   Kebergantungan Fungsi 

Jenis Atribut Pada Entitas

 Atribut Sederhana : atribut sederhana merupakan atribut atomik yang tidak
dapat lagi dipecah menjadi atribut lain.
Contoh : Entitas mahasiswa mempunyai atribut sederhana berupa NIM, Nama
Mahasiswa .

Atribut Komposit : atribut komposit merupakan atribut yang masih dapat dipecah menjadi sub-sub atribut yang masing-masing memiliki arti tesendiri.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut alamat. Alamat disini dapat
dipecah menjadi sub atribut seperti nama_kota, kode_pos.

Atribut Bernilai Tunggal : yaitu atribut yang hanya memiliki satu nilai untuk
setiap barisnya.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut NPM, Nama, Alamat isi data dari atribut ini hanya boleh diisi dengan 1 data. Setiap mahasiswa hanya memiliki 1 NPM, 1 Nama, 1 Alamat.

Atribut Bernilai Jamak : yaitu atribut yang boleh memiliki lebih dari satu nilai untuk setiap barisnya.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut Hobby isi data dari atribut ini boleh lebih dari 1 data. Mahasiswa Roshita memiliki NPM 13402021 beralamat di Jalan Garuda 32 Yogyakarta memiliki Hobby (Olah Raga, Nyanyi, Masak dan Nonton TV)

Atribut Harus Bernilai : yaitu atribut yang harus memiliki nilai data untuk setiap barisnya. Biasanya atribut seperti ini sudah ditetapkan dalam perancangan tabelnya sehingga jika dalam pengisian dikosongi akan terjadi kesalahan.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut NPM dan Nama_Mahasiswa yang harus diisi datanya, sebab jika tidak diisi akan terjadi kekacauan dalam basis data.

Atribut Bernilai Null : yaitu atribut yang boleh tidak memiliki nilai data untuk setiap barisnya.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut Alamat, Hobby, Nama_Pacar yang boleh untuk tidak diisi tetapi kalau diisi akan lebih baik.

Atribut Turunan : yaitu atribut yang nilai-nilainya diperoleh dari pengolahan atau dapat diturunkan dari atribut lain yang berkaitan.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut IPK yang diperoleh dari pengolahan atribut Nilai pada tabel (entitas Nilai) dengan kode NIM mahasiswa yang sama dan diproses sehingga menghasilkan IPK untuk mahasiswa yang bersangkutan.

Super Key
Yaitu himpunan dari satu atau lebih entitas yang digunakan untuk mengidentifikasikan secara unik sebuah entitas dalam entitas set

Kunci Kandidat (Candidate Key)
Kunci kandidat adalah satu atribut atau satu set atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entity.

Kunci Primer (Primery Key)
Primary key adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik, tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity.

1.   Ketergantungan Fungsional (Fungsional Dependent)
Keterkaitan antar hubungan antara 2 atribute pada sebuah relasi. Dituliskan  dengan cara : A -> B, yang berarti :
            Atribute B fungsionality Dependent terhadap atribute A atau
            Isi (value) atribute A menentukan isi atribute B
            Definisi dari functional dependent :
Diketahui sebuah relasi R, atribute Y dari R adalah FD pada atribute X dari R ditulis R.X -> R.Y jika dan hanya jika tiap harga X dalam R bersesuaian dengan tepat satu harga Y dalam R

2.   Fully Functinaly Dependent (FFD)
Suatu rinci data dikatakan fully functional dependent pada suatu kombinasi rinci data jika functional dependent pada kombinasi rinci data dan tidak functional dependent pada bagian lain dari kombinasi rinci data.
            Definisi dari  FDD:
Atribute Y pada relasi R adalah FFD pada atribute X pada relasi R jika Y FD pada X tida FD pada himpunan bagian dari X

3.   Ketergantungan Partial
Sebagian dari kunci dapat digunakan sebagai kunci utama

4.  Ketergantungan Transitif
Menjadi atribute biasa pada suatu relasi tetapi menjadi kunci pada realasi lain

5.   Determinan
Suatu atribute (field) atau gabungan atribute dimana beberapa atribute lain bergantung sepenuhnya pada atribute tersebut

PERTEMUAN 12
MACAM-MACAM BENTUK NORMALISASI

1. Bentuk tidak normal (Unnormalized Form):
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu. Dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat menginput.

2. Bentuk Normal Ke Satu (1 NF/First Normal Form)
Suatu relasi 1NF jika dan hanya jika sifat dari setiap relasi atributnya bersifat atomik.
Atom adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat induknya, bila dipecah lagi maka ia tidak memiliki sifat induknya.
Ciri-ciri 1 NF :
• Setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi satu record nilai dari field berupa “atomic value
• Tidak ada set atribute yang berulang atau bernilai ganda
• Tiap field hanya satu pengertian

3. Bentuk Normal Ke Dua (2 NF /Second Normal Form)
Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Atribute bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/primary key. Sehingga utk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribute lain yg menjadi anggotanya.


4. Bentuk Normal Ke Tiga (3 NF / Third Normal Form)
Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribute bukan primer tidak punya hubungan yg transitif. Dengan kata lain,setiap atribute bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.
Contoh pada bentuk normal kedua di atas termasuk juga bentuk normal ke tiga karena seluruh atribute yang ada disitu bergantung penuh pada kunci primernya


5. Boyce-Codd Normal Form ( BCNF)
BCNF mempunyai paksaan yg lebih kuat dari bentuk normal ketiga. Untuk menjadi BCNF, relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribute harus bergantung fungsi pada atribute superkey
Pada contoh di bawah ini terdapat relasi seminar dengan ketentuan sbb :
kunci primer adalah no_siswa+seminar.
a. Siswa boleh mengambil satu atau dua seminar.
b. Setiap siswa dibimbing oleh salah satu diantara 2 instruktur seminar tsb.
c. Setiap instruktur boleh hanya mengambil satu seminar saja.


6. Bentuk Normal Ke Empat (4 NF)
Relasi R adalah bentuk 4 NF jika dan hanya jika relasi tersebut juga termasuk BCNF dan semua ketergantungan multivalue adalah juga ketergantungan fungsional


7. Bentuk Normal Ke Lima (5 NF)
Disebut juga PJNF (Projection Join Normal Form) dari 4 NF dilakukan dengan menghilangkan ketergantungan join yang bukan merupakan kunci kandidat.
Read more ►
 

Copyright © Hendri Pratama Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger