Jumat, 21 November 2014

MANAJEMEN WAKTU (ARTI WAKTU)

0 komentar
ARTI WAKTU
  • ·         Untuk mengetahui arti satu tahun, tanya pada seorang siswa yang gagal SPMB
  • ·         Untuk mengetahui arti satu bulan, tanya pada ibu yang melahirkan bayi prematur
  • ·         Untuk mengetahui arti satu minggu, tanya pada editor majalah mingguan
  • ·         Untuk mengetahui arti satu hari, tanya pada buruh harian yang punya enam orang anak
  • ·         Untuk mengetahui arti satu jam, tanya pada orang yang sedang mengerjakan ujian
  • ·         Untuk mengerti arti satu menit, tanya pada orang yang ketinggalan kereta
  • ·         Untuk mengetahui arti satu detik, tanya pada seseorang yang selamat dari kecelakaan
  • ·         Untuk mengetahui arti satu milidetik, tanya seseorang yang memenangkan medali di Olimpiade.


MANAJEMEN WAKTU

Manajemen waktu adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, dan evaluasi penggunaan waktu.

STRATEGI PENJADWALAN

          Buat daftar kegiatan yang akan dikerjakan
          Buat skala prioritas dari tiap kegiatan
          Perkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap kegiatan
          Alokasikan waktu untuk tiap kegiatan
          Kendalikan penggunaan waktu agar tercapai efisiensi
          Evaluasi penetapan jadwal

PENYEBAB PENUNDAAN

          Menghindari hal yang dianggap tidak menarik, tidak menyenangkan, atau tidak penting.
          Tugas sangat kompleks sehingga mengurangi motivasi
          Merasa masih memiliki banyak waktu
          Malas 

MENGHILANGKAN KEBIASAAN MENUNDA

          Amati kelakuan menunda
          Temukan alasan penundaan
          Singkirkan pikiran negatif
          Jangan terus bekerja dalam tekanan
          Jangan terbawa perasaan
          Percaya diri untuk memulai
          Mulai saat ini


Read more ►

TAWAZUN

0 komentar
اَلتَّوَازُنُ

Sikap terhadap Dua Hal
      Tawazun (keseimbangan) sangat penting dalam kehidupan à tidak tawazun akan fatal akibatnya
      Biasanya tawazun berkaitan dengan mensikapi dua atau beberapa amal yang mesti dilakukan agar sikapnya tepat (adil): memberikan hak kepada yang berhak
Tawazun di Alam Semesta
      55:7-9 ada 3 sikap:
     Tawazun: وَوَضَعَ الْمِيزَانَ à وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ
     Jangan berlebihan: أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ
     Jangan mengurangi: وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
      Ada perintah dan larangan agar tetap menjaga keseimbangan (tawazun)
HANIF
      Adanya fitrah inilah yang membuat manusia memiliki kecenderungan kepada kebaikan atau yang disebut HANIF
      Maka kecenderungan baik (hanif) mesti dipertahankan à 30:30 perintah untuk perhatian terhadap DIEN YANG LURUS, yang akan membawa fitrah tetap pada jalan yang lurus
      Ingat! Bahan baku yang telah diberikan Allah itu baik, tapi jika tidak dipelihara akan rusak
Memelihara Fitrah
      Agar fitrah yang hanif ini terpelihara dengan baik, perlu bersikap TAWAZUN terhadap 3 potensi manusia: jasad, akal, dan ruh
      Manusia menurut Islam terdiri dari 3 unsur:
  1. JASAD (physical being)
  2. AKAL (intellectual being)
  3. RUH (spiritual being) à Barat sering melupakan yang ini
اَلْغِذَاءُ اَلْجَسَدِيُّ (Makanan Jasad)
      Makanan jasad, ya makanan yang biasa kita makan: nasi, tahu, tempe, daging, sayur, susu, madu, air, dll
      Kurang makanan à lemah, sakit, bahkan bisa mati (kelaparan)
Cenderung Berlebihan
      Allah SWT hanya melarang untuk tidak berlebihan, tapi tidak ada larangan jangan kekurangan
      Bahkan tubuh manusia ternyata didisain oleh Allah, mampu menampung lemak hampir tanpa batas à ada manusia yang berbobot 600 kg
اَلْغِذَاءُ اَلْعَقْلِيُّ (Makanan Akal)
      Makanan akal adalah ILMU
      Kurang ilmu à akalnya lemah, “kurus” (bodoh)
      Seperti makanan jasad, ilmu pun mesti yang baik sehingga bermanfaat
      Ilmu yang buruk: ilmu sihir, ilmu mencuri, dll
Ayat-ayat yang Pertama Turun: ILMU
      Ada tiga surat yang pertama turun
  1. Al-’Alaq: 1-5 à perintah membaca (iqra’)
  2. Al-Qalam à ayat 1 Demi PENA dan apa yang DITULIS
  3. Al-Muzammil:1-19 à perintah membaca al-Qur’an dengan perlahan (tartil)
      Pada masa kejayaan Islam, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat
HIKMAH
      Jika ilmu itu berkembang dengan baik, maka akan muncul hikmah (sikap bijak)
      2:269 hikmah = kebaikan yang banyak
     Hikmah adalah memahami al-Qur’an
     Hikmah adalah kesesuaian ucapan dan perbuatan (الإصابة في القول والفعل)
     Hikmah adalah mengenal agama, memahaminya, dan mengikutinya
     Hikmah adalah pemahaman
     Hikmah adalah rasa takut (al-khasyyah) kepada Allah, karena pangkal segala sesuatu adalah takut kepada Allah
َلْغِذَاءُ اَلرُّوْحِيُّ (Makanan Ruh)
      Makanan ruh adalah dzikrullah (ingat kepada Allah)
      Inilah makanan yang kurang mendapatkan perhatian manusia pada umumnya
      “Lapar”-nya tidak terasa, padahal fenomenanya sudah muncul: gelisah, tidak dapat tidur
      Padahal ruh itu PENGENDALI diri kita
Orang yang Arif
      Dzikir di sini bukanlah sebatas dzikir ucapan, tetapi
     taubat itu merupakan dzikir
     tafakkur itu dzikir
     menuntut ilmu itu dzikir
     mencari rezeki-jika niatnya baik-jiga termasuk dzikir
     dan segala sesuatu yang di sana ada upaya taqarrub kepada Allah dan anda selalu waspada akan pengawasan-Nya kepada anda, maka itu adalah dzikir.
      Oleh karena itu orang yang arif adalah orang yang bisa berdikir di setiap waktu dan kesempatan
Adab Berdzikir
  1. Khusyu’, menghadirkan hati dan pikiran akan makna-makna lafal yang terucap, berusaha terwarnai olehnya, serta berusaha menetapi maksud dan tujuannya.
  2. Merendahkan suara sebisa mungkin, dengan konsentrasi yang penuh dan iradah yang sempurna, sehingga tidak mengganggu yang lain (Al-A’raf: 205)
  3. Sesuai dengan jamaah (irama dan suaranya), jika kebetulan dzikirnya itu bersama jamaah. Usahakan agar tidak mendahului, terlambat, atau mengungguli bacaan mereka
  4. Bersih pakaian dan tempat, memperhatikan tepat-tempat yang terhormat dan waktu-waktu yang sesuai
  5. Mengakhiri dengan penuh khusu’ dan adab, menjauhi kesalahan dan main-main, yang hal itu bisa menghilangkan faedah dan pengaruh dzikir.
Macam-macam Dzikir
  1. Al-Wazhifah
  2. Wirid Qur’an
  3. Doa-doa siang dan malam
  4. Doa-doa yang ma’tsur dalam berbagai kesempatan
  5. Wirid Ikhwan: wirid doa dan wirid rabithah
Ni’mat Lahir dan Batin
      Jika jasad, akal, dan ruh terpenuhi keperluannya dengan tawazun, maka itulah ni’mat yang sejati: lahir dan batin (31:20)
      Kehidupannya akan stabil, tidak mudah tergoncang



Read more ►

Kebutuhan Manusia terhadap Rasul

0 komentar
حَاجَةُ اْلإِنْسَانِ إِلَى الرَّسُوْلِ
Kebutuhan Manusia terhadap Rasul

Manusia Pertama
       Ketika Allah SWT menurunkan Adam AS beserta istrinya ke bumi, maka kemudian memiliki anak
       Setiap kali mengandung, Hawa melahirkan satu pasang anak kembar: laki-laki dan perempuan
       Syari’at yang diterapkan: perkawinan silang dan tidak boleh menikah dengan kembarannya
Fitrah Manusia (اَلْفِطْرَةُ)
       Allah SWT telah menanamkan fitrah (Islam) kedalam setiap janin yang sudah ditiupkan ruh
       Saat itulah Allah mengambil perjanjian kepada manusia dengan sebuah pertanyaan, “Apakah Aku ini Rabb kalian?” Maka semuanya membenarkannya dan menjadi saksi (7:172)
       Karena itulah, peradaban apapun yang berlaku pada manusia, purba ataupun modern, ada yang tidak dapat dihilangkan dari diri manusia
Mengakui Eksistensi Pencipta (وُجُوْدُ الْخَالِق)
       Fitrah yang ditanam oleh Allah tidak akan pernah hilang, yang terjadi adalah tertutupi dengan kotoran-kotoran lain
       Oleh karena itu, manusia pasti mengakui bahwa di balik alam semesta yang megah dan teratur ini, ada Penciptanya
Sang Pencipta
       Ada yang menganggap bahwa Pencipta itu terbatas pada satu kemampuan: langit sendiri penciptanya, laut, gunung, awan, dll ada pencipta dan pemeliharanya sendiri-sendiri
      Bhrahma: dewa pencipta alam
      Shiva: dewi perusak alam
       Menyembah perusak lebih disukai dari pada pencipta, sehingga patung dewi Shiva yang lebih banyak disembah
Naluri Menyembah
       Fitrah itulah yang mendorong manusia memiliki naluri untuk menghormati, mengagumi, mensucikan, mengkultuskan Dzat yang dianggap Tertinggi
       Selanjutnya di hadapan Dzat atau berbagai Dzat itu mereka menundukkan diri, menghinakan diri, ruku’, sujud
Hidup yang Tertata (اَلْحَيَاةُ اَلْمُنَظَّمَةُ)
       Fitrah juga mendorong manusia hidup secara teratur
      Mereka hidup berkelompok-kelompok (49:13)
      Mereka menunjuk satu orang sebagai pemimpin mereka
      Mereka mentaati aturan yang disepakati bersama atau yang ditentukan oleh sang pemimpin
Kekacauan
       Ketiadaan petunjuk menyebabkan terjadinya berbagai macam kekacauan
      Kacau dalam mempersepsikan Sang Pencipta
      Kacau dalam peribadatan
      Kacau dalam fanatisme dan penindasan terhadap rakyat oleh penguasa
Petunjuk Rasul (هِدَايَةُ الرَّسُوْلِ)
       kekacauan itu, maka Allah mengirim para rasul untuk memberikan petunjuk kepada umat manusia
       42:52-53 وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus)
       Petunjuk itu berupa WAHYU yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul, di antaranya berupa shuhuf (87:18-19) dan kitab-kitab (2:2)
Beribadah dengan Benar
       Berkat petunjuk Rasul, manusia mengenal Allah SWT dengan benar dan mengikuti pedoman hidup yang sejati
       Dengan begitu, manusia akhirnya dapat beribadah kepada Allah SWT dengan ibadah yang benar
       21:25 à sembahlah AKU saja
       98:5 beribadah dengan memurnikan ketaatan


Read more ►

Hasil-hasil Mengikuti Rasul SAW

0 komentar
نَتَائِجُ اِتِّبَاعُ الرَّسُوْلِ
Hasil-hasil Mengikuti Rasul SAW

Hasil Ittiba’ Rasul SAW

       MUNAFIKIN: mulutnya bicara madu, hatinya racun
       Bukti: selalu bikin makar dan ambil kesempatan menikam, kalau ada, dan menyalahkan muslimin bila dalam perang dapat bencana
       Contoh: Perang Tabuk yang diulas dalam surat At-Taubah
      Jika benar imannya à tidak minta idzin dari jihad (tidak ikut)
      Tuntutan IMAN à ITTIBA’ (ikut)

Mengikuti Rasul

       Percaya tapi tidak mau ikut à masih ragu-ragu
       Kalau kadang ikut, kadang bolos?
       Berarti masih ada keraguan di hatinya, belum percaya penuh
       3:31 cinta Allah dibuktikan dengan ikut Rasulullah
       2:102 orang yang sesat ikut setan

Dua Kebaikan

       Ketika Allah memerintahkan kita untuk ITTIBA’ kepada Rasulullah à Allah akan memberikan dua kebaikan di dunia dan akhirat

KEBAIKAN DI DUNIA

       Cinta dari Allah (مَحَبَّةُ اللهِ)
       Rahmat dari Allah (رَحْمَةُ اللهِ)
       Hidayah dari Allah (هِدَايَةُ اللهِ)
       Kemuliaan (اَلْعِزَّةُ)
       Kemenangan (اَلْغَلَبَةُ)

Cinta dari Allah (مَحَبَّةُ اللهِ)

       3:31 kalau cinta kepada Allah à ITTIBA’ à cinta dari Allah
      Ini namanya cinta yang pasti berbalas, bukan bertepuk sebelah tangan
Sababun-nuzul: pada masa Rasul beberapa kaum berkata kepada beliau, “Demi Allah, ya Muhammad, sungguh kami benar-benar mencintai Rabb kami.” Maka turunlah ayat ini à memerintahkan agar membuktikannya dengan ittiba

Jika Allah Mencintai HambaNya

Dan jika Allah sudah mencintai seorang hamba (فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ), maka:
  1. كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar
  2. وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat
  3. وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat
  4. وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan
  5. وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ  jika ia meminta (sesuatu) kepadaKu pasti Aku akan memberinya
  6. وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ jika ia memohon perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya (HR Bukhari)

KEBAIKAN DI AKHIRAT

       Di samping kebaikan di dunia, Allah akan memberikan kebaikan di akhirat
  1. Mendapatkan Syafaat (اَلشَّفَاعَةُ)
  2. Keceriaan Wajah (نُضَارَةُ الْوَجِهِ)
  3. Mendampingi Rasulullah (مُجَاوَرَةُ الرَّسُوْلِ)
  4. Bersahabat dengan Orang-orang Shaleh (مُصَاحَبَةُ)
  5. Kemenangan (اَلْفَلاَحُ)

Keceriaan Wajah (نُضَارَةُ الْوَجِهِ)

       Pada hari kiamat umat Rasul SAW wajah dan seluruh anggota wudhunya bercahaya à perumpamaan: kuda belang putih wajah dan kakinya di antara kuda yang semua hitam

Keberuntungan (اَلْفَلاَحُ)

       Siapa yang ittiba’ dengan Rasulullah SAW maka akan mendapatkan keberuntungan di akhirat
       23:1-11 ketetapan dari Allah bahwa orang-orang mu’min pasti beruntung, yakni mereka mengikuti semua ajaran Islam
      Mereka itulah yang mewarisi: SORGA FIRDAUS
      Mereka kekal di dalamnya

Read more ►
 

Copyright © Hendri Pratama Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger