Jumat, 21 November 2014

MANAJEMEN WAKTU (ARTI WAKTU)

0 komentar
ARTI WAKTU
  • ·         Untuk mengetahui arti satu tahun, tanya pada seorang siswa yang gagal SPMB
  • ·         Untuk mengetahui arti satu bulan, tanya pada ibu yang melahirkan bayi prematur
  • ·         Untuk mengetahui arti satu minggu, tanya pada editor majalah mingguan
  • ·         Untuk mengetahui arti satu hari, tanya pada buruh harian yang punya enam orang anak
  • ·         Untuk mengetahui arti satu jam, tanya pada orang yang sedang mengerjakan ujian
  • ·         Untuk mengerti arti satu menit, tanya pada orang yang ketinggalan kereta
  • ·         Untuk mengetahui arti satu detik, tanya pada seseorang yang selamat dari kecelakaan
  • ·         Untuk mengetahui arti satu milidetik, tanya seseorang yang memenangkan medali di Olimpiade.


MANAJEMEN WAKTU

Manajemen waktu adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, dan evaluasi penggunaan waktu.

STRATEGI PENJADWALAN

          Buat daftar kegiatan yang akan dikerjakan
          Buat skala prioritas dari tiap kegiatan
          Perkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap kegiatan
          Alokasikan waktu untuk tiap kegiatan
          Kendalikan penggunaan waktu agar tercapai efisiensi
          Evaluasi penetapan jadwal

PENYEBAB PENUNDAAN

          Menghindari hal yang dianggap tidak menarik, tidak menyenangkan, atau tidak penting.
          Tugas sangat kompleks sehingga mengurangi motivasi
          Merasa masih memiliki banyak waktu
          Malas 

MENGHILANGKAN KEBIASAAN MENUNDA

          Amati kelakuan menunda
          Temukan alasan penundaan
          Singkirkan pikiran negatif
          Jangan terus bekerja dalam tekanan
          Jangan terbawa perasaan
          Percaya diri untuk memulai
          Mulai saat ini


Read more ►

TAWAZUN

0 komentar
اَلتَّوَازُنُ

Sikap terhadap Dua Hal
      Tawazun (keseimbangan) sangat penting dalam kehidupan à tidak tawazun akan fatal akibatnya
      Biasanya tawazun berkaitan dengan mensikapi dua atau beberapa amal yang mesti dilakukan agar sikapnya tepat (adil): memberikan hak kepada yang berhak
Tawazun di Alam Semesta
      55:7-9 ada 3 sikap:
     Tawazun: وَوَضَعَ الْمِيزَانَ à وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ
     Jangan berlebihan: أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ
     Jangan mengurangi: وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
      Ada perintah dan larangan agar tetap menjaga keseimbangan (tawazun)
HANIF
      Adanya fitrah inilah yang membuat manusia memiliki kecenderungan kepada kebaikan atau yang disebut HANIF
      Maka kecenderungan baik (hanif) mesti dipertahankan à 30:30 perintah untuk perhatian terhadap DIEN YANG LURUS, yang akan membawa fitrah tetap pada jalan yang lurus
      Ingat! Bahan baku yang telah diberikan Allah itu baik, tapi jika tidak dipelihara akan rusak
Memelihara Fitrah
      Agar fitrah yang hanif ini terpelihara dengan baik, perlu bersikap TAWAZUN terhadap 3 potensi manusia: jasad, akal, dan ruh
      Manusia menurut Islam terdiri dari 3 unsur:
  1. JASAD (physical being)
  2. AKAL (intellectual being)
  3. RUH (spiritual being) à Barat sering melupakan yang ini
اَلْغِذَاءُ اَلْجَسَدِيُّ (Makanan Jasad)
      Makanan jasad, ya makanan yang biasa kita makan: nasi, tahu, tempe, daging, sayur, susu, madu, air, dll
      Kurang makanan à lemah, sakit, bahkan bisa mati (kelaparan)
Cenderung Berlebihan
      Allah SWT hanya melarang untuk tidak berlebihan, tapi tidak ada larangan jangan kekurangan
      Bahkan tubuh manusia ternyata didisain oleh Allah, mampu menampung lemak hampir tanpa batas à ada manusia yang berbobot 600 kg
اَلْغِذَاءُ اَلْعَقْلِيُّ (Makanan Akal)
      Makanan akal adalah ILMU
      Kurang ilmu à akalnya lemah, “kurus” (bodoh)
      Seperti makanan jasad, ilmu pun mesti yang baik sehingga bermanfaat
      Ilmu yang buruk: ilmu sihir, ilmu mencuri, dll
Ayat-ayat yang Pertama Turun: ILMU
      Ada tiga surat yang pertama turun
  1. Al-’Alaq: 1-5 à perintah membaca (iqra’)
  2. Al-Qalam à ayat 1 Demi PENA dan apa yang DITULIS
  3. Al-Muzammil:1-19 à perintah membaca al-Qur’an dengan perlahan (tartil)
      Pada masa kejayaan Islam, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat
HIKMAH
      Jika ilmu itu berkembang dengan baik, maka akan muncul hikmah (sikap bijak)
      2:269 hikmah = kebaikan yang banyak
     Hikmah adalah memahami al-Qur’an
     Hikmah adalah kesesuaian ucapan dan perbuatan (الإصابة في القول والفعل)
     Hikmah adalah mengenal agama, memahaminya, dan mengikutinya
     Hikmah adalah pemahaman
     Hikmah adalah rasa takut (al-khasyyah) kepada Allah, karena pangkal segala sesuatu adalah takut kepada Allah
َلْغِذَاءُ اَلرُّوْحِيُّ (Makanan Ruh)
      Makanan ruh adalah dzikrullah (ingat kepada Allah)
      Inilah makanan yang kurang mendapatkan perhatian manusia pada umumnya
      “Lapar”-nya tidak terasa, padahal fenomenanya sudah muncul: gelisah, tidak dapat tidur
      Padahal ruh itu PENGENDALI diri kita
Orang yang Arif
      Dzikir di sini bukanlah sebatas dzikir ucapan, tetapi
     taubat itu merupakan dzikir
     tafakkur itu dzikir
     menuntut ilmu itu dzikir
     mencari rezeki-jika niatnya baik-jiga termasuk dzikir
     dan segala sesuatu yang di sana ada upaya taqarrub kepada Allah dan anda selalu waspada akan pengawasan-Nya kepada anda, maka itu adalah dzikir.
      Oleh karena itu orang yang arif adalah orang yang bisa berdikir di setiap waktu dan kesempatan
Adab Berdzikir
  1. Khusyu’, menghadirkan hati dan pikiran akan makna-makna lafal yang terucap, berusaha terwarnai olehnya, serta berusaha menetapi maksud dan tujuannya.
  2. Merendahkan suara sebisa mungkin, dengan konsentrasi yang penuh dan iradah yang sempurna, sehingga tidak mengganggu yang lain (Al-A’raf: 205)
  3. Sesuai dengan jamaah (irama dan suaranya), jika kebetulan dzikirnya itu bersama jamaah. Usahakan agar tidak mendahului, terlambat, atau mengungguli bacaan mereka
  4. Bersih pakaian dan tempat, memperhatikan tepat-tempat yang terhormat dan waktu-waktu yang sesuai
  5. Mengakhiri dengan penuh khusu’ dan adab, menjauhi kesalahan dan main-main, yang hal itu bisa menghilangkan faedah dan pengaruh dzikir.
Macam-macam Dzikir
  1. Al-Wazhifah
  2. Wirid Qur’an
  3. Doa-doa siang dan malam
  4. Doa-doa yang ma’tsur dalam berbagai kesempatan
  5. Wirid Ikhwan: wirid doa dan wirid rabithah
Ni’mat Lahir dan Batin
      Jika jasad, akal, dan ruh terpenuhi keperluannya dengan tawazun, maka itulah ni’mat yang sejati: lahir dan batin (31:20)
      Kehidupannya akan stabil, tidak mudah tergoncang



Read more ►

Kebutuhan Manusia terhadap Rasul

0 komentar
حَاجَةُ اْلإِنْسَانِ إِلَى الرَّسُوْلِ
Kebutuhan Manusia terhadap Rasul

Manusia Pertama
       Ketika Allah SWT menurunkan Adam AS beserta istrinya ke bumi, maka kemudian memiliki anak
       Setiap kali mengandung, Hawa melahirkan satu pasang anak kembar: laki-laki dan perempuan
       Syari’at yang diterapkan: perkawinan silang dan tidak boleh menikah dengan kembarannya
Fitrah Manusia (اَلْفِطْرَةُ)
       Allah SWT telah menanamkan fitrah (Islam) kedalam setiap janin yang sudah ditiupkan ruh
       Saat itulah Allah mengambil perjanjian kepada manusia dengan sebuah pertanyaan, “Apakah Aku ini Rabb kalian?” Maka semuanya membenarkannya dan menjadi saksi (7:172)
       Karena itulah, peradaban apapun yang berlaku pada manusia, purba ataupun modern, ada yang tidak dapat dihilangkan dari diri manusia
Mengakui Eksistensi Pencipta (وُجُوْدُ الْخَالِق)
       Fitrah yang ditanam oleh Allah tidak akan pernah hilang, yang terjadi adalah tertutupi dengan kotoran-kotoran lain
       Oleh karena itu, manusia pasti mengakui bahwa di balik alam semesta yang megah dan teratur ini, ada Penciptanya
Sang Pencipta
       Ada yang menganggap bahwa Pencipta itu terbatas pada satu kemampuan: langit sendiri penciptanya, laut, gunung, awan, dll ada pencipta dan pemeliharanya sendiri-sendiri
      Bhrahma: dewa pencipta alam
      Shiva: dewi perusak alam
       Menyembah perusak lebih disukai dari pada pencipta, sehingga patung dewi Shiva yang lebih banyak disembah
Naluri Menyembah
       Fitrah itulah yang mendorong manusia memiliki naluri untuk menghormati, mengagumi, mensucikan, mengkultuskan Dzat yang dianggap Tertinggi
       Selanjutnya di hadapan Dzat atau berbagai Dzat itu mereka menundukkan diri, menghinakan diri, ruku’, sujud
Hidup yang Tertata (اَلْحَيَاةُ اَلْمُنَظَّمَةُ)
       Fitrah juga mendorong manusia hidup secara teratur
      Mereka hidup berkelompok-kelompok (49:13)
      Mereka menunjuk satu orang sebagai pemimpin mereka
      Mereka mentaati aturan yang disepakati bersama atau yang ditentukan oleh sang pemimpin
Kekacauan
       Ketiadaan petunjuk menyebabkan terjadinya berbagai macam kekacauan
      Kacau dalam mempersepsikan Sang Pencipta
      Kacau dalam peribadatan
      Kacau dalam fanatisme dan penindasan terhadap rakyat oleh penguasa
Petunjuk Rasul (هِدَايَةُ الرَّسُوْلِ)
       kekacauan itu, maka Allah mengirim para rasul untuk memberikan petunjuk kepada umat manusia
       42:52-53 وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus)
       Petunjuk itu berupa WAHYU yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul, di antaranya berupa shuhuf (87:18-19) dan kitab-kitab (2:2)
Beribadah dengan Benar
       Berkat petunjuk Rasul, manusia mengenal Allah SWT dengan benar dan mengikuti pedoman hidup yang sejati
       Dengan begitu, manusia akhirnya dapat beribadah kepada Allah SWT dengan ibadah yang benar
       21:25 à sembahlah AKU saja
       98:5 beribadah dengan memurnikan ketaatan


Read more ►

Hasil-hasil Mengikuti Rasul SAW

0 komentar
نَتَائِجُ اِتِّبَاعُ الرَّسُوْلِ
Hasil-hasil Mengikuti Rasul SAW

Hasil Ittiba’ Rasul SAW

       MUNAFIKIN: mulutnya bicara madu, hatinya racun
       Bukti: selalu bikin makar dan ambil kesempatan menikam, kalau ada, dan menyalahkan muslimin bila dalam perang dapat bencana
       Contoh: Perang Tabuk yang diulas dalam surat At-Taubah
      Jika benar imannya à tidak minta idzin dari jihad (tidak ikut)
      Tuntutan IMAN à ITTIBA’ (ikut)

Mengikuti Rasul

       Percaya tapi tidak mau ikut à masih ragu-ragu
       Kalau kadang ikut, kadang bolos?
       Berarti masih ada keraguan di hatinya, belum percaya penuh
       3:31 cinta Allah dibuktikan dengan ikut Rasulullah
       2:102 orang yang sesat ikut setan

Dua Kebaikan

       Ketika Allah memerintahkan kita untuk ITTIBA’ kepada Rasulullah à Allah akan memberikan dua kebaikan di dunia dan akhirat

KEBAIKAN DI DUNIA

       Cinta dari Allah (مَحَبَّةُ اللهِ)
       Rahmat dari Allah (رَحْمَةُ اللهِ)
       Hidayah dari Allah (هِدَايَةُ اللهِ)
       Kemuliaan (اَلْعِزَّةُ)
       Kemenangan (اَلْغَلَبَةُ)

Cinta dari Allah (مَحَبَّةُ اللهِ)

       3:31 kalau cinta kepada Allah à ITTIBA’ à cinta dari Allah
      Ini namanya cinta yang pasti berbalas, bukan bertepuk sebelah tangan
Sababun-nuzul: pada masa Rasul beberapa kaum berkata kepada beliau, “Demi Allah, ya Muhammad, sungguh kami benar-benar mencintai Rabb kami.” Maka turunlah ayat ini à memerintahkan agar membuktikannya dengan ittiba

Jika Allah Mencintai HambaNya

Dan jika Allah sudah mencintai seorang hamba (فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ), maka:
  1. كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar
  2. وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat
  3. وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat
  4. وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan
  5. وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ  jika ia meminta (sesuatu) kepadaKu pasti Aku akan memberinya
  6. وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ jika ia memohon perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya (HR Bukhari)

KEBAIKAN DI AKHIRAT

       Di samping kebaikan di dunia, Allah akan memberikan kebaikan di akhirat
  1. Mendapatkan Syafaat (اَلشَّفَاعَةُ)
  2. Keceriaan Wajah (نُضَارَةُ الْوَجِهِ)
  3. Mendampingi Rasulullah (مُجَاوَرَةُ الرَّسُوْلِ)
  4. Bersahabat dengan Orang-orang Shaleh (مُصَاحَبَةُ)
  5. Kemenangan (اَلْفَلاَحُ)

Keceriaan Wajah (نُضَارَةُ الْوَجِهِ)

       Pada hari kiamat umat Rasul SAW wajah dan seluruh anggota wudhunya bercahaya à perumpamaan: kuda belang putih wajah dan kakinya di antara kuda yang semua hitam

Keberuntungan (اَلْفَلاَحُ)

       Siapa yang ittiba’ dengan Rasulullah SAW maka akan mendapatkan keberuntungan di akhirat
       23:1-11 ketetapan dari Allah bahwa orang-orang mu’min pasti beruntung, yakni mereka mengikuti semua ajaran Islam
      Mereka itulah yang mewarisi: SORGA FIRDAUS
      Mereka kekal di dalamnya

Read more ►

Minggu, 16 November 2014

Tugas Rasul

0 komentar

MENGEMBAN MISI DAKWAH

Ini merupakan tugas umum beliau SAW sebagai Rasul, perintah untuk menyampaikanrisalah Allah SWT menjamin perlindungan saat mengemban misi ini para rasul yangsebelumnya juga menyampaikan risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah

Ada 4 misi dakwah yang diemban oleh Rasul SAW

1.Mengenalkan Pencipta:
Ciptaan pertama yang dikenalkan adalah MANUSIA itu sendiri, yang Allah ciptakan darisegumpal darah
2.Mengajarkan tatacara ibadah:
3.Menjelaskan pedoman hidup
3.Tarbiyah

Misi Rasulullah SAW yang lainnya adalah mentarbiyah umat (62:2) à misi yang didoakanoleh Ibrahim AS (2:129)
Tarbiyah yang dilakukan Rasul SAW

> Membacakan (tilawah) ayat-ayat Allah
> Membersihkan jiwa (tazkiyatun-nafs)
> Mengajarkan (ta’lim)

Al-Qur’an dan Al-Hikmah Kemudian dilanjutkan dengan MENGARAHKAN (تَوْجِيْهٌ) mereka menuju pribadi yang agung (rabbani 3:79) dan juga memberi nasihat (نَصِيْحَةٌ) kepada mereka (6:151-153)

1. menyampaikan sesuatu untuk mencapai kesempurnaan, dimana bentuk penyampaiannya satu dengan yang     lain berbeda sesuai dengan tujuan pembentukannya.
2. menentukan tujuan melalui persiapan sesuai dengan batas kemampuan untuk mencapai kesempurnaan.
3. sesuatu yang dilakukan secara bertahap dan sedikit demi sedikit oleh seorang pendidik.
4. sesuatu yang dilakukan secara berkesinambungan, maksudnya tahapan-tahapannya sejalan dengan        kehidupan, tidak berhenti pada batas tertentu, terhitung dari buaian sampai liang lahad.
5. dijadikan sebagai tujuan terpenting dalam kehidupan, baik secara individu maupun keseluruhan, yaitu  untuk kemashlahatan ummat dengan asas mencapai keridhaan Allah SWT seperti tersirat dalam firman Allah:
"Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al kitab, hikmah dan kenabian, lalu ia berkata kepada manusia, 'hendaklah kamu menjadi penyembahku, bukan penyembah Allah'. Akan tetapi(dia berkata),'hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya."(Al Imran:79)
Read more ►

SIFAT-SIFAT RASUL

0 komentar
SIFAT-SIFAT RASUL
(ِفَاتُ الرَّسُوْل)

1. SHIDIQ (JUJUR)

Setiap rasul pasti jujur dalam ucapan dan perbuatannya. Apa apa yang telah disampaikan kepada manusia baik berupa wahyu atau kabar harus sesuai dengan apa yang telah diterima dari Allah tidak boleh dilebihkan atau dikurangkan. Dalam arti lain apa yang disampaikan kepada manusia pasti benar adanya, karena memang bersumber dari Allah. Makanya setiap rasul pasti jujur dalam pengakuan atas kerasulannya. Dan kita sebagai manusia harus meyakinkanya dan beri’tikad bahwa semua yang datang dari Rasul baik perkataan atau perbuatan adalah benar dan hak. Karena apa yang diucapkan atau diperbuat oleh para rasul bukan menurut kemauannya sendiri. Ucapan dan perbuatannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan atau risalah yang diterima dari Allah.
Sebagai bukti atas kebenaran para rasul, mereka telah dibekali dengan mukjizat mukjizat yang harus diyakini oleh setiap muslim kebenaranya. Dan tidak mungkin harus diyakini dan diteladani jika mereka (para rasul) itu tidak jujur. Tentu setelah itu apa yang telah diperintahkan Allah melalui perantaraan para rasul, kita sebagai muslim harus mengikuti dengan ta’at dan apa yang dilarang Allah kita tinggalkan.
وَمَآ آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُواْ
”Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah,” (al-Hasyr, 7)

2. AMANAH (DIPERCAYA)

Amanah berarti bisa dipercaya baik dhahir atau bathin. Sedangkan yang dimaksud di sini bahwa setiap rasul adalah dapat dipercaya dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Para rasul akan terjaga secara dhahir atau bathin dari melakukan perbuatan yang dilarang dalam agama, begitu pula hal yang melanggar etika.
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ
“Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,” (asy-syuara’ 143)
Maka hal yang muhal atau mustahil jika rasul itu terjerumus ke dalam perzinahan, pencurian, meminum minutan keras, berdusta, menipu dan lain sebagainya. Rasul tidak mungkin memiliki sifat hasud, riya’, sombong, dusta dan sebagainya. Jika para rasul telah melanggar etika berarti mereka telah bekhianat dan Allah tidak menyukai manusia yang berkhianat.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الخَائِنِينَ
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.”(al-Anfal, 58)

3. TABLIGH (MENYAMPAIKAN)

Sudah menjadi kewajiban para rasul untuk menyampaikan kepada manusia apa yang diterima dari Allah berupa wahyu yang menyangkut didalamnya hukum hukum agama. Jika Allah memerintahkan para rasul untuk menyampaikan wahyu kepada manusia, maka wajib bagi manusia untuk menerima apa yang telah disampaikan dengan keyakinan yang kuat sebagai bukti atau saksi akan kebenaran wahyu itu.
الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالاَتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلاَ يَخْشَوْنَ أَحَداً إِلاَّ اللَّهَ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيباً
Allah berfirman, “(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.” (al-Ahzab, 39).
Hal ini bisa dikiyaskan bahwa jika Allah memberikan wahyu kepada para rasul untuk tidak disampaikan atau dirahasiakan kepada manusia, maka tidak wajib bagi manusia untuk mempelajarinya. Sedangkan menyampaikan adalah hal yang wajib dan menyembunyikan adalah hal yang terlaknat dan tercela.

4. FATHONAH (CERDAS)
Dalam menyampaikan risalah Allah, tentu dibutuhkan kemampuan, diplomasi, dan strategi khusus agar wahyu yang tersimpan didalamnya hukum hukum Allah dan risalah yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh manusia. Karena itu, seorang rasul wajib memiliki sifat cerdas. Kecerdasan ini sangat berfungsi terutama dalam menghadapi orang-orang yang membangkang dan menolak ajaran Islam.
Maka diharuskan bagi kita untuk meyakinkan bahwa para rasul itu adalah manusia yang paling sempurna dalam penampilan, akal, kekuatan berfikir, kecerdasan dan pembawaan wahyu yang diutus pada zamannya. Kalau saja para rasul itu tidak sesuai dengas sifat sifatnya maka mustahil manusia akan menerima dan mengakuinya. Sifat sifat itu merupakan satu hujjah bagi mereka agar apa yang disampaikan bisa diterima dengan baik.
وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ آتَيْنَاهَآ إِبْرَاهِيمَ عَلَى قَوْمِهِ
Allah berfirman: “Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.” (al-An’am, 83)

SIFAT-SIFAT MUSTAHIL BAGI RASUL

1. KIDZIB

Kidzib artinya adalah dusta. Semua Rasul adalah manusia-manusia yang dipilih oleh Allah SWT sebagai utusan-Nya. Mereka selalu memperoleh bimbingan dari Allah SWT sehngga terhindar dari sifat-sifat tercela. Setiap rasul benar ucapannya dan benar pula perbuatannya. Sifat dusta hanya dimiliki oleh manusia yang ingin mementingkan dirinya sendiri, sedangkan rasul mementingkan umatnya.

Allah SWT berfirman :

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى

“Hatinya tidak mendustakan apa yang dilihatnya.” (An-Najm : 11)

Di ayat yang lain Allah SWT berfirman :

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيْلِ . لاَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِيْنِ . ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِيْنَ

“Dan sekiranya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atau (nama) Kami, pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya.” (Al-Haqqah : 44-46)

2. KHIYAANAH

Khiyaanah artinya adalah berkhianat atau curang. Tidak mungkin seorang rasul berkhianat atau ingkar janji terhadap tugas-tugas yang diberikan Allah SWT kepadanya. Orang yang khianat terhadap kepercayaan yang telah diberikan kepadanya adalah termasuk orang yang munafik, rasul tidak mungkin menjadi seorang yang munafik.

Sepanjang sejarah belum pernah ada seorang rasul yang khianat kepada umatnya. Demikian pula terdahap amanat yang telah diterima dari Allah SWT. Ketika Rasulullah SAW menunaikan Haji Wada’, beliau berpidato di Padang Arafah seraya berkata :

أَيُّهَا النَّاسُ ! فَلاَ تَرْجِعُنَّ بَعْدِيْ كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ أَلاَ لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ . فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يُبَلِّغُهُ أَنْ يَكُوْنَ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ . أَلاَ بَلَّغْتُ ؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ ! أَيُّهَا النَّاسُ ! إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ , وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ , كُلُّكُمْ مِنْ آدَمِ وَآدَمَ مِنْ تُرَابٍ , إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ , لَيْسَ لِعَرَبِيٍّ فَضْلٌ عَلىَ عَجَمِيٍٍّ إِلاَّ بِالتَّقْوَى . أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ ؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ ! فَلْيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ مِنْكُمُ الْغَائِبَ

“Hai manusia, janganlah engkau kembali menjadi kafir sesudahku sehingga yang satu golongan memerangi golongan yang lain. Ingatlah ! Yang hadir hendaklah menyampaikan kepada yang tidak hadir. Barangkali orang yang menerima pesan lebih pandai memelihara (pesan) daripada orang yang mendengarkannya secara langsung. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah !
Hai manusia, sesungguhnya Tuhanmu adalah satu dan bahwasanya orang tuamu satu. Kamu semua dari Adam, sedangkan Adam itu dari tanah. Bahwasanya yang semulia-mulia orang di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antara kamu. Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang bukan Arab melainkan dengan taqwa kepada-Nya. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah ! Yang hadir hendaknya menyampaikan (pesan ini) kepada yang tidak hadir.

3. KITMAAN

Kitmaan artinya adalah menyembunyikan. Semua ajaran yang disampaikan oleh para rasul kepada umatnya tidak ada yang pernah disembunyikan. Jangankan yang mudah dikerjakan dan difahami dengan akal fikiran, yang sulit pun akan disampaikan olehnya seperti peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Tugas rasul di dunia ini adalah menyampaikan wahyu Allah SWT kepada umat manusia sebagai pedoman hidup. Semua rasul bersifat tabligh atau menyampaikan wahyu dan mustahil bersifat kimaan atau menyembunyikan wahyu yang diamanatkan kepada dirinya. Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, para rasul melaksanakan tugas-tugasnya walaupun harus menanggung segala resiko yang akan terjadi. Contohnya, Nabi Ibrahim AS mendapat resiko dari Raja Namrud dan rakyatnya sehingga beliau dibakar. Nabi Musa AS bersama kaumnya (Bani Israil) bersusah payah menyelamatkan diri dari kejaran tentara Raja Fir’aun sehingga nyaris tertangkap olehnya. Nabi Muhammad SAW berlumuran darah saat dilempari batu oleh penduduk Thaif dan nyaris terbunuh saat akan hijrah ke Madinah. Kesemuanya itu merupakan resiko yang harus dihadapi para rasul dalam melaksanakan tugas sucinya.

Allah SWT berfirman :

إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوْحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْأَعْمَى وَالْبَصِيْرُ أَفَلاَ تَتَفَكَّرُوْنَ

“Aku tidak mengikuti kecuali yang diwahyukan kepadaku, katakanlah apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Maka apakah kamu tidak memikirkannya.” (Al-An’am : 50)

4. BALAADAH

Balaadah artinya adalah bodoh. Seorang rasul mempunyai tugas yang berat. Rasul tidak mungkin seorang yang bodoh. Jika rasul bodoh, maka ia tidak akan dapat mengemban amanat dari Allah SWT. Jadi, mustahil rasul memiliki sifat bodoh.

Allah SWT berfirman :

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَ أَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِيْنَ

“Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang yang mengerjakan ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Al-A’rof : 199)

Rasul yang diutus untuk manusia adalah manusia juga, bukan malaikat Oleh karena itu,Rasulullah SAW juga memperlakukan para sahabat secara manusiawi, bahkankepada binatang dan tumbuhan pun memperlakukannya dengan sangatbaik Muhammad saw. sangat mencintai sahabat-sahabatnya, menunjukkan kasihsayang kepada mereka, memanggil mereka dengan panggilan yang sangat merekasukai, sigap memberi pelayanan kepada mereka, bahkan berusaha menjadikansahabatnya bisa rehat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah saw.memberi minum kepada para sahabatnya. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullahsaw. hendaknya Engkau meminum terlebih dahulu? Rasulullah saw. Menjawab: “Pemberi minum suatu kaum, ia paling akhir meminum.”
Suatu ketika ada seseorang masuk menemui Muhammad saw., tiba-tiba ia merasamerinding di hadapan keagungan Muhammad saw. Maka beliau berkata, “Tenangkandirimu, saya bukanlah seperti raja. Saya adalah putra dari seorang perempuan Quraisy yang jugamemakan Qadid.”
Adalah Aisyah ketika minum air gelas, maka Muhammad saw. meminum gelas tadi persis dibagian yang sama Aisyah minum. Beliau saw memberlakukan mereka denganperlakuan sisi manusiawinya, yang difitrahkan Allah, tidak memaksakan diri danmembuat-buat.
“Suatu kali Aisyah menang dalam lomba lari, lain kali Muhammad saw. mengalahkan Aisyah. Dan Muhammad saw. mengatakan: “Kemenangan ini untuk membalas kekalahan sebelumnya.
Muhammad saw. suatu ketika telah shalat. Hasan bin Ali ra, masuk mendekatinya. Ketikabeliau sujud, Hasan naik di pundak Rasulullah saw., maka Rasulullah saw.melamakan sujudnya, sehingga Hasan turun. Ketika Rasulullah saw. selesai shalat,sebagian sahabat bertanya kepadanya, “Apa yang menjadikan engkau lama dalamsujud? Beliau menjawab, “Sesungguhnya putraku telah naik di pundakku, maka aku tidakingin mengusiknya dengan segera berdiri dari sujud.”

Orang Arab Badui mendatangi Muhammad saw. seraya berkomentar, “Kalian menciumanak-anak kalian? Sedangkan kami sama sekali tidak melakukan demikian!! Makabeliau saw. menjawab, “Atau apakah saya berkehendak bagimu agar Allah mencabut sikapkasih sayang dari hatimu?” Tentunya tidak! Hampir-hampir Muhammad saw.menyengsarakan dirinya karena banyak memikirkan mereka sepanjang waktu(18:6) Diriwayatkan dari Aisyah ra, berkata: “Ketika Rasulullah saw didustakan olehkaumnya, Jibril AS mendatanginya seraya berkata, “Sungguh, Allah swt mendengar ucapankaummu tentang engkau, mereka menginginkan kecelakaan bagimu. Dan Malaikat Gunungtelah diperintahkan kepadamu, agar engkau memerintahkan sesuka kehendakmu. Malaikatgunung menawarkan kepada beliau saw. “Perintahkan aku apa yang engkau mau, agar akumenimpakan dua gunung besar itu kepada mereka.” Maka beliau menjawab, “Bahkan sayaberharap agar Allah swt melahirkan dari keturunan mereka, orang yang menyembah Allah dantidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.” •Diriwayatkan dari Sahal bin AlHandhalah ra. berkata, “Rasulullah saw. suatu hari melewati seekor onta yangmenahan beban berat di punggungnya. Maka Rasulullah saw bersabda, “Takutlahkepada Allah, dalam memperlakukan hewan ternak. Naikilah dengan cara baik dan berimakanlah dengan cara yang baik pula.” •Perasaanmu pernah terusik gara-gara melihatanak burung yang diceraikan dari ibunya. Abdullah bin Umar meriwayatkan: “Suatu harikami bersama dengan Nabi Muhammad saw. dalam safar. Beliau saw. memenuhi hajatnya.Ketika itu beliau melihat ada dua burung kecil yang diambil dari ibunya. Maka Nabi saw.mengatakan, “Siapa yang menjadikan anak burung ini ketakutan? Kembalikan anak burung inikepada ibunya.”
Biasanya disebut dengan MA’SHUMBukan berarti tidak pernah salah, tetapi kalau salahlangsung diluruskan (ditegur) oleh Allah SWT 5:67 وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ à turun setelahdua tahun di Madinah. Pada awal berada di Madinah teror musyrikin Makkahmemang dirasakan sekali oleh beliau, sehingga setiap malam ada yang menjagabeliau. Saat ayat ini turun, maka sahabat yang menjaga malam itu disuruh pulangkarena sudah ada jaminan keselamatan dari Allah 80:1 teguran tentang “cara dakwahRasul” yang lebih mementingkan ketokohan, bukan pada orang yang siap menerimanperubahan (قَابِلُ التَّغْيِيْرِ) 66:1 à lihat catatan kaki Qur’an terjemah Depag RI Apa yangdisampaikan selalu benar, bukan dusta Tak pernah sekalipun beliau berdusta,bahkan ketika bergurau
Ketika di bukit Shafa beliau bertanya, “Apa pendapat kalian jika kukabarkan bahwa dilembah ini ada pasukan kuda yang mengepung kalian, apakah kalian percayakepadaku?”“Benar,” jawab mereka, “kami tidak pernha mempunyai pengalamanbersama engkau kecuali kejujuran.”Apa yang disampaikan selalu benar, bukandusta Tak pernah sekalipun beliau berdusta, bahkan ketika bergurau

Setiap Rasul mesti cerdas, karena tantangan kaum atau umatnya yang bermacam-macam 2:258 Ibrahim AS mampu mematahkan argumentasi Namrud dengan telaksampai dia tak mampu berbicara sepatah kata pun Peristiwa peletakkan hajar aswadketika beliau berumur 35 tahun menunjukkan kecerdasan beliau yang mampumenyatukan mereka Berdakwah di wilayah yang sangat menentangnya tentu mesticerdas sehingga dakwah tetap berlangsungBeberapa Contoh Kecerdasan Beliau Saatkondisi terjepit, maka Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk hijrah keHabasyah karena di sana ada raja nasrani yang baik Memimpin orang-orang hebatyang berkumpul dalam satu kota (Madinah) tentu memerlukan kecerdasan luar biasa,apalagi latar-belakang mereka berbeda-beda, ditambah lagi ada gangguan darimunafikin dan YahudiKecerdasan Nabi dalam Hijrah> Keluar dari rumah malam hariketika para pengintai tertidur>Keluar kota Mekkah siang hari ketika mereka juga tidurqailulah>Melalui jalan menuju Syam, bukan Madinah>Pembagian tugas yang sangatrapi
KOMITMEN (اَلاِلْتِزَامُ)
Berbagai gangguan dan godaan dalam perjuangan dakwah dapat ditanganidengan baik oleh Rasulullah
menggambarkan dahsyatnya rencana atau program orang-orang kafir untukmemalingkan Rasul dari dakwahnya sehingga hampir saja Rasul berpaling sedikitkalau tidak dikokohkan Allah SWT

Mengikuti dakwah Rasul memerlukan iltizam (komitmen) agar gerak dakwah dapat terusmajU Akan tetapi karena jalan dakwah itU perjalanan yan Panjang jalannya Sedikitorang yang mau mengembannya, banyak cobaannya doa minta tidak disimpangkansetelah mendapat petunjuk maka tidak sedikit yang berguguran di jalan dakwah
Akhlak yang agung itu adalah akhlak al-Qur’an
Semua perkataan dan perbuatan beliau SAW adalah apa yang ada dalam al-Qur’an SitiAisyah ra ketika ditanya akhlak beliau, menjawab, كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ (akhlaknya adalah Al-Qur’an) Ketika membina umat, maka muncullah GENERASI QUR’ANI YANG UNIK (جِيْلُ الْقُرْآنِ الْفَرِيْدِ) Wajar kalau kemudian beliau SAW ditetapkan oleh Allah SWT sebagai teladanyang baik
Teladan yang baik adalah memiliki idola yang seperti di bawah ini

Idolanya bukan artis, pemain bola, atau lainnya
Idolanya adalah Rasulullah SAW
Semboyannya adalah “Rasul sebagai teladan kami” (اَلرَّسُوْلُ قُدْوَتُنَا)
Mulailah dari yang kecil, misalnya makan dengan tangan kanan, atau apapun yang baik selaludimulai dengan yang kan
Sampai mengikuti jejak jihad beliau SAW
Read more ►
 

Copyright © Hendri Pratama Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger